Wednesday, October 8, 2008

Kenapa Aku Pecat Seketariku?

Dua minggu yang lalu merupakan ulang tahunku yang ke-35 dan
mood-ku tidak terlalu baik pada pagi itu.

Aku turun untuk sarapan dengan harapan isteriku akan
mengucapkan dengan penuh sukacita ?
Selamat Ulang Tahun suamiku tersayang?
Waktu berlalu dan bahkan dia tidak> mengucapkan selamat pagi.
Aku berpikir, ya, itulah isteri, tapi mungkin anak-anakku akan ingat
kalau hari ini aku berulang tahun.

Anak-anak datang ke meja makan untuk sarapan namun mereka
juga tidak mengatakan satu patah katapun. Akhirnya aku
berangkat ke bilik tidur dengan perasaan penuh kecewa dan sedih.

Di pejabat

Ketika aku masuk ke pejabat, sekertariku, Janet, menyapaku
Selamat pagi Boss, Selamat Ulang Tahun?

Dan akhirnya aku merasa sedikit terubat mengetahui ada
seseorang yang mengingat hari ulang tahunku.

Aku bekerja sampai tengah hari dan kemudian Janet mengetuk
pintu bilikku dan berkata, ?Apakah tuan tidak menyadari
bahwa hari ini begitu cerah di luar dan hari ini adalah
hari ulang tahun tuan, mari kita pergi lunch?, hanya kita berdua?.

Aku berkata ? Wow!, itu adalah perkataan yang luar biasa
yang saya dengar hari ini, mari kita pergi?.

Kami berdua pergi lunch. Kami tidak pergi ke tempat di mana
kami biasanya lunch, tetapi kami pergi ke tempat yang sepi.
Kami memesan 2 gelas fresh orange dan menikmati makanan
tengahari kami.

Dalam perjalanan pulang ke pejabat, Janet berkata, ?
Anda tahu ini adalah hari yang begitu indah, kita tidak perlu
kembali ke pejabat kan ??

Tidak perlu, saya pikir tidak perlu.? jawabku.

Lalu dia mengajak saya untuk rehat ke apartmentnya.

Setelah tiba di apartmentnya, dia berkata.. Tuan, jika tuan
tidak keberatan, saya akan pergi ke ruang tidur dan
berpakaian seksi sedikit?.

Tentu saja boleh, sahutku dengan gembira. Dia pergi ke kamar
tidur dan kira-kira enam minit kemudian dia keluar membawa
kek ulang tahun yang besar diiringi oleh isteri, anak-anakku dan sejumlah rakan kerja kami sambil menyanyikan lagu Selamat Ulang Tahun.


Aku hanya duduk terpaku di sana ?

Di sebuah sofa panjang, telanjang tanpa sehelai benang ?

No comments: